Setelah sekitar empat tahun menemani keluargaku, akhirnya Lino, kucing kesayangan kami menghembuskan nafas terakhir. Semoga dapat berisirahat dalam damai.....
Ungkapan bela sungkawa untuk Lino dari Si Jelek (*cuplikan dari YM)
si jelek: meskipun kau telah tiada aku tetap akan hidup seribu tahun lagi
si jelek: jhajajaja
WieK: trus lanjutannya apa
si jelek: jiawa kita memang telah menyatu, seperti bara dengan api..kau juga bagian dari hidupku seperti satu diantara anggota tubuhku, kau pun telah menjadi satu dari anggota keluarga kami layak seperti bapak, ibu, Hadri moko serta adi
WieK: wagu
si jelek: ingat gak dulu, ketika jiwa raga mu melayang bukan seperti burung, dan kau juga tidak hinggap diatas dahan dan ranting pohon, tapi diatas atap
si jelek: namun perjuanganmu seperti Ken Arok, Diponegoro bahkan seperti DN Aidit...Sehingga menaklukkan kekejaman Letkol Sucara...hahahaha
Tapi liat deh ...pake jhajajaja segala...huhuhu...gak da sedih-sedihnya. Tapi biar apapun kata orang...Lino...tetap akan terpatri dalam hatiku. Kau telah mengisi hari-hariku selama satu setengah awal usiamu dulu.
Masih teringat perjuangan yang harus aku dan Hadri lakukan supaya kamu bisa masuk ke rumah. Kami harus berjuang mati-matian, untuk bisa meloloskanmu dari penjagaan bapak, yang benci kucing. Namun akhirnya keculuanmu dan keluguanmu bisa meluluhkan kekerasan hati bapakku.
Harus kuakui...kamu memang hebat Lino
Dan kata ibu, sebelum Lino menghembuskan nafas...orang terakhir yang disapanya adalah bapak. *Meooonngggg* dengan suara lirih, kata ibuku. Ihiiikkksssss....sediiiiiiih aku kala mengenang semua itu. Maafkan aku yang tak bisa datang di pemakamanmu. Semoga Lino 'kecil' bisa meramaikan rumah keluargaku lagi, seperti saat kau ada di sana. I will miss u my lovely cat...
0 comments:
Post a Comment