Menunggu

Ternyata menunggunya terasa lama.... Padahal cuman beberapa hari saja. Hari-hariku lebih banyak di rumah dan bantuin ibu di warungnya. Sambil berharap ada SmS darinya... Tapi sering kali beberapa jam tuh terasa lama. Wuluh...kok jadi kayak orang yang masih awal-awal jatuh cinta seh hihihi...

Tapi gpp lah, pengennya setiap hari tuh jatuh cinta terus. Kami selalu jatuh cinta setiap memulai hari. Kayak di pilem 50 First Dates yang dibintangi Adam Sandler dan Drew Barrymore. Tapi jangan sampai ada adegan amnesia-nya, sayang kan kalo kenangan-kenangan indah tuh harus dilupakan.

Sekarang dah tanggal 25 Nov'09. Dia dah di atas bus Damri. Semoga selamat sampai tujuan...

Dan cepet datang ya Sayang...aku setia menunggumu. Percaya kan kalo aku ne setia hehe...

Miz u... Sayangku

Maaf ya Sayang...

Malam ini aku membuat sebuah kesalahan. Lagi-lagi ada kata konyol kusampaikan melalui SMS, padahal seharusnya aku bisa menahan diri. 

Sayang, maaf ya... tak bermaksud seperti itu. Sungguh, baru kusadari kalau kalimatku telah melukaimu. Melukai orang yang sangat kusayangi, yang sudah pasti juga membuat hatiku sendiri sakit.

Seandainya kau tau, Sayang, malam ini mataku sulit terpejam. Pikiranku gundah tak menentu. Rasa sesal menyesakkan dada. Seharusnya...aku tak menulis kalimat itu di SMS semalam. Aku sudah egois...hanya mementingkan keinginanku sendiri.

Maaf ya Sayang...

Sesungguhnya, aku ingin selalu ditemani... Aku ingin engkau selalu ada. Di dekatku, memperhatikanku, memanjakanku, dan menjagaku seperti malam-malam yang lalu. 

Aku ingin kita bersama...menghabiskan sisa waktu bersama. Mengarungi samudera kehidupan ini. Hanya bersamamu

Kunci .... itu Ada

Hari ini aku meliput beberapa mahasiswa dengan topik tentor bimbel. Aku datang ke kampus mereka, Universitas Riau di daerah Panam. Dalam perjalanan tadi, kiri-kanan kulihat saja...banyak pohon cemaraa...aaa..aaaa

Ups...eror neh.

Maksudnya melihat banyak perumahan-perumahan baru. Hum...langsung ngayal. Dari dulu aku tuh pengeeeen banget bisa beli rumah sendiri. Beli rumah pakai duit hasil keringat sendiri.

Tapi belum juga kesampaian. Saat ini baru sanggup beli sepeda motor sendiri. (*fiuuhh....nggak nyangka loh kalo aku ternyata sanggup juga beli kendaraan itu. Si Jelek juga hehe...jadi setidaknya aset kami ya 2 sepeda motor itu). Eh ada seh satu unit laptop plus koneksi internetnya.

(Si Igun lagi nyalon ne)

Memang belum seberapa kale ya...tapi untuk kami, itu luar biasa. Diperoleh melalui keringat kami sendiri.

Ndak nyangka Sayang, ternyata jauh dari rumah bisa membuatku lebih mandiri.

Untuk rumah...semoga ada jalan ya Sayang...jalan dan rejeki. Amin.

Dalam perjalanan kembali dari Panam ke kota, ada selintas ingatan di masa lalu. Sebuah ingatan yang membuatku tersadar akan kondisiku saat ini.

Lupa tepatnya tahun berapa, tapi saat itu aku menjalani program Retooling di LPP Jogja untuk lulusan S1 di lingkungan Agro Komplek. Dalam salah satu materi, kami diajarkan untuk menuliskan sebuah rancangan dan angan-angan dalam catatan. Lalu melakukan monitoring terhadap seluruh aktivitas sehari-hari. Berapa waktu profuktif, waktu istirahat, dan waktu-waktu lainnya. Termasuk waktu berdoa. Duuuh...malu rasanya. Program itu kutinggalkan sejak aku sampai di Batam.

Aku ingat...ada sebuah rencana yang kutulis besar-besar.
Aku lupa urutannya, tapi intinya masih ingat, yaitu:

1. Tak ada lagi kegiatan sibuk-sibuk ngirim surat lamaran kerja jika usia sudah menembus angka 27 tahun.

2. Aku harus mendapatkan pekerjaan dengan gaji minimal Rp 2jt per bulan

3. Harus bisa beli rumah

4. Harus bisa melupakan Big Lier dalam ingatanku

Hehehe....
Itulah daftar planningku, yang selalu kupegang dan kuingat terus (saat itu). Itu juga yang memotivasiku sampai aku yang seperti ini. Dengan berbekal keyakinan, niat besar, dan fokus pada tujuan itu...inilah realisasinya:

1. Tribun adalah perusahaan terakhir yang menerima surat lamaran kerjaku (*kecuali lowongan CPNS, karena ada permintaan dari big bos di Jogja neh) dan itu dilakukan sebelum usiaku masuk tahun ke 27

2. Dari slip gaji bulanan....angka itu sudah tertembus (*ndak perlu detailnya lah ya). Oh iya, alasan aku pasang target Rp 2jt tuh krn dulu jumlah segitu nilainya tinggi banget buatku. Aku ingat saat bekerja di sebuah perusahaan kerajinan, dimulai dari gaji Rp 150rb per bulan. Lalu di butik gaul dengan gaji Rp 250rb per bulan. Dan Rp 2jt...hwiiih...adalah mimpi.

3. Ne diyaa...yg belum kesampaian. Tapi seperti tulisan di atas, dah nyangkut sepeda motor dan laptop. Kalo dijual, dah bisa kale ya..buat uang muka cicilan rumah hihihi.... Tapi ditahan dulu.... Karena kurasa RUMAH ini ada titik cerahnya. Udah dapat orang yang mo beliin aku rumah hahahaha...ngareeep...

4. Big Lier ne julukan yg kuberikan pada seseorang di masa laluku. Dan melupakannya..mudah saja berkat Si Jelek yang dah setia membimbing dan menemaniku di sini. Makasih Sayang....

Ternyata mentor di Retooling LPP waktu itu benar. Aku diberikan kunci untuk meraih apa yang kuinginkan. Thx God...aku mendapatkan kunci itu dan telah melakukannya tanpa sadar. Aku lupa dimana meletakkan buku itu. Buku bercorak batik berwarna kuning atau oranye, yang berisi tentang rahasia kunci keberhasilan mencapai harapan kita.

Aku akan mencarinya dan kembali lagi membuka pintu rahasia itu lagi untuk keinginan kami berdua. Yah, tak ada lagi keinginanku karena saat ini adalah keinginan dua orang yang ingin menjadi satu.

Keinginan kami...