Gurindam Dua Belas

Lagi iseng² browsing, tergelitik dengan Gurindam Dua Belas. Ada yang tidak tau?? Hehehe...saya nyari temen ne, karena saya ndak tau.
Ada sih, sedikit kilatan ingatan (wedew..kayak petir), rasa-rasanya di pelajaran Bahasa Indonesia pada topik sastra.

Menurut Wikipedia, Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ca. 1808- Riau, ca. 1873) adalah ulama, sejarawan, pujangga, dan terutama pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Salah satu karyanya yang ternama adalah Gurindam Dua Belas. Sebuah karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya.

Kayak apa seh isinya? Nah, buat yang pengen tau isinya, ne dia.......

GURINDAM PASAL PERTAMA
Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat

GURINDAM PASAL KEDUA
Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

GURINDAM PASAL KETIGA
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi'il yang tidak senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

GURINDAM KEEMPAT
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi
Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih

GURINDAM PASAL KELIMA
Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

GURINDAM PASAL KEENAM
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi

GURINDAM PASAL KETUJUH
Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta
Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itu tanda hampirkan duka
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
Apabila banyak mencat (mencacat?) orang
Itulah tanda dirinya kurang
Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar

GURINDAM PASAL KEDELAPAN
Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya
Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan
Ke'aiban orang jangan dibuka
Ke'aiban diri hendaklah sangka

GURINDAM PASAL KESEMBILAN
Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan
Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru

GURINDAM PASAL KESEPULUH
Dengan bapa jangan derhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil

GURINDAM PASAL KESEBELAS
Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendak jadi kepala
Buang perangai yang cela
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendak marah
Dahulukan hujjah
Hendak dimalui
Jangan memalui
Hendak ramai
Murahkan perangai

GURINDAM PASAL KEDUABELAS
Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

Karangan : Raja Ali Haji (1623H)

Bangun Tidur kok Langsung Marah


Hari ni heran sangat lah. Apa pasal, awal telpon tau-tau langsung kena semprot. Dalam hati mikir-mikirlah awak ni. Apa lah salah dan dosaku ini. Maksud hati baek rasanya, tak ada nak ngajak perang, ehhh dasar joyah, maksud awak dianggap jelekin. Pakai ngulang kata tak sedap lagi. Dibilang memang dari dulu tak pernah berezzzz....alamak jangggg

Padahal pertame awak lah tunjukan. Sekali telpon diangkat suarenye bedesau macam orang bangon tidur.Yaaa, tak masalah lah. Awak ni suruhlah tidur lagi. Nanti ajalah bagosnya kalau nelepon.

Tak lama memang. Barulah dapat telepon. Awak angkat lalu ngobrolah kami.
Awak ni kan memang JOYAH macam mulut permepuan. Bertanyalah soal internet. Apakah sejak sampai di kamar tadi didupin. Okeee dijawabnyalah belum..
belum kan berarti nanti akan buka. Hari kan dah sore tu. pasti mau kantor lagi. Makanya awak tambah tanya lagi BELUM apa Nggak.

Ya ampun...langsung kena marah. pakai bilang tak ada baeknya lah. memang dari dulu dah jelek lah. Seolah-olah awak ni cuma ngejar jelek itu aja. Kalau dipikir-piker, sapelah yang mau same orang yang dulunye jelek. Apalah yang awak ni rasa macam tu....

Dah dijelaskan betol-betol maksod tanya awak tu. Tak ada mengarah yang dipikirkanya. Kadang awak mengira awak ni yang yang selalu menilai jelek, apa dia yang yang sebenarnya merasa jelek. Jadi awak merasa sekarang ni seolah terpaksa mendapat yang jelek, karena tak ada yang mau sama awak..kalau macam tu, alamat tak cantik jalan yang masih panjang ne.

Tapi awak tak layan sangat lah. Nanti panjang, malah buat duga-duga lain yang malah tak sedap. Awak cuma nak tenang aja. Tapi sama-sama lah hendaknya berusa. Awak sering sebut hati-hati, jaga-jaga tak lain untuk menyampai pada hakikat dari kebersamaan yang telah tejalin ini. Apa salah...

Memang awak ni bukanlah sempurna. Kalau dihitung persaingan masih banyakbertaburan yang laen yang bisa dijadikan pilihan. Tapi awak kan berhak juga dapat keindahan itu. Berusahalah awak ni untuk tidak memungut ludah sendiri untuk tetap jaga2 dan hati2 tadi. Tapi apalah daya, awak cuma bisa berharap baik dalam sikap, perbuatan, tingkah, perkataan, guarauan hendaknya ada yang tidak membuat hati perih seperti diiris sembilu...

mudah2an lah, niat ini dinilai baek, jadi direstu untuk memanjangkan hari tampa kesudahan.

Udang Hanya Tinggal Tampak Ekor, slurrppppp

Lalu bintang itu berhenti berkedip, kenapa
malu-malu ia mengintipku bercengkrama dengan malam, ternyata.
Bisik merisik mendelik-delik, ohhhh malam ini tak ada yang punya
kecuali, aku yang telah lelah terbaring lemah

Sampailah sampai sayanglah sayang, dipuncak langit yang paling tinggi
bulanpun enggan berikan benderangnya, manakala tiup angin yang mensurgakan menerpa sekujur kemeringan
kelamlah kelam dalam temaram..

sayup-sayup ia mendengarkan, rupanya.
Desah malam yang resah, terjerat hasrat berkarat,
Sang Kelam memenjara dendam diperantara

Ampunlah minta ampun, Tak kan aku sanggup berdegup
Tak aku kan tahan bertahan, tak akan aku kuat memahat,
tak aku kan

bukan penyair murahan bukan, tapi tiap rangkai kata semakin membuat tak kuasa,
sayang biduanda kampung sayang, namun rintih desah membuat pedih pasrah

Bukan penari lah itu kalau tak kala ternampak liukkan tubuh, bukan
Tapi...aku sudah tenggelam kala itu, sangat dalam

untung keduanya tak tau,
Bintang yang tak lagi berkedip, bulan yang redup tak menderang,
Hanya hawa-hawa sajalah sedangkan sudah menggelora

Padahal keindahan itu baru saja usai..malampun berhenti mendesah
berkatalah malam itu diakhir ceritanya
"dalam resah aku basah, dalam pasrah aku sudah, dalam gundah aku indah"
Kita orang yang paling menikmati, meskipun udang hanya tinggal tampak ekor,
lalu lumat.....by ibl_tnbrnk

hehehe, pertamanya aja sok
Padahal dari awal sudah berdebar
ini aku rasakan betul, padahal jauhan
Kita akan menitinya sampai jauh kan

5/8, malam saat kita menyelesaikan perkara dalam tulisan, gambar serta suara antara Dumai-Pekanbaru.

pokoknya aku ketik dah

kadang aku tak percaya, banyak yang keindahan itu yang kini kudapat sekarang. Memanglah, semuanya terus berjalan dihiasi keindahan itu. Aku tentu baru saja merasakan. mungkin kena sihir..Tak ngerti aku, aku lah orang yang paling cuek dengan persoalan dalam hidup ini, termasuklah menurut ku didalamnya soal cinta. Tapi ternyata, aku belum menemukan keindahan itu masa lalu-lalu. Karena cuma dia yang punya. Jadi berarti aku menunggu waktu itu sehingga datanglah perjumpaan itu. memang tepatlah, ternyata pertemuan itu merubah semuanya, masak aku aku jadi orang yang paling menyebalkan, aku paling jadi orang yang penakut, paling penyediah cengeng, nampak yang bukan aku dulu-dulu.
Ya emang seperti itu, tapi yakinlah, semuanya itu akan sirna kalau ada yang menistakanya. Biarlah, semuanya dianggap tak bagus, karena menurutku apa yang terjadi ini, akan ada balasanya...aku percaya sungguh sangat percaya, seperti itulah emangnya. Tapi dalam penuhi syarat yang bakal sulit itu, setidaknya saling hati2, jaga2 dalam menggunakan sikap dan tingkah laku. Percayalah masih ada banyak sisa upaya untuk meraihnya.