Kenapa??? Good question friends ;-)
Karena sering kali perasaan yang kita sebut "cinta" itu bukanlah CINTA yang sesungguhnya. Dan terkadang menjadi alasan kuat untuk membuat diri kita menjadi sesat. Diperbudak oleh "cinta" palsu.
Itu yang terjadi pada gw.
Tak butuh waktu yang lama atau rayuan gombal, gw melakukan perbuatan konyol hanya karena "cinta" itu. Permintaan orang yang gw "cinta"i menjadikan gw bertindak konyol.
Langsung saja gw kerahkan segenap kemampuan untuk menciptakan sebuah blog baru. Template-nya asal comot aja karena sifatnya emergency. Dan rencananya mo gw perbagus ke esokan harinya.
Dan teryata tak butuh waktu yang lama juga, sekitar 15 menit, permintaannya berubah.
MISI DIBATALKAN.... alias nggak jadi.
Kebayang nggak, betapa terkejutnya gw mendapat permintaan itu. Dibilang syok...rasanya berlebihan. Tapi jujur aja gw kaget banget.
Lebih kaget lagi mendapat sebaris penjelasan: "Kamu tidak pernah memberiku kesempatan untuk percaya"
Oh my God...betulkan itu? Tidak pernah.... itulah ditulisnya.
Hum...karena nggak mau berdebat panjang... alasan "cinta" yang rasanya KONYOL itu justru memunculkan EGO gw, yg katanya seh gede. Dan memunculkan KESADARAN bahwa gw diperbudak perasaan itu.
Bodoooh!!!
Langsung aja gw iyain, tidak akan meneruskannya...
(setidaknya kalo gw terusin, itu bukan untuk memenuhi permintaan itu lagi)
Seperti yang gw lakukan sekarang ini...karena gw pengen berekspresi sendiri. Bukan demi perasaan "cinta" yang konyol itu.
So guys and gals...be carefull with your feel. Kuncinya adalah kesadaran...
Sadar bahwa CINTA itu seharusnya murah hati, sabar dan penyayang.
CINTA itu pun lemah lembut dan rela menderita
0 comments:
Post a Comment