Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari,  tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat, terkadang malaikat tak bersayap
tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam, oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya

Lyric of Dee... aka Dewi Lestari

Menemukan Diri Sejati

Sebuah tulisan menarik yang saya dapatkan di kaskus. Saat pertama kali membaca dengan sekilar, sepertinya saya mengenalnya. Hum...mengenal penulis...atau inti tulisan ya...saya lupa.
Ada beberapa penulis yang kebanyakan memiliki darah dari India (dan kebangsaan India) lah yang bisa saya ingat. Deepak Copra, A de Mello, dan Anand Krisna

Saya seperti tersadar kembali, ITULAH yang dulu pernah saya "buru" dan seiring berjalannya waktu, justru terkikis. Pelajaran berharga, Kawan. Yang saya dapatkan dari proses "penyembuhan diri" yang panjang (huhuhu...4 bulan sebenarnya ndak panjang yah).
Semoga bisa bermanfaat bagi yang lain.....

10 Kunci Temukan Diri Sejati

Ketergesaan dalam kehidupan modern, yang bergerak serba cepat, seringkali membuat kita melupakan diri sendiri dan kehilangan kendali. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membawa kita kembali ke diri sejati. Berikut 10 kekuatan yang dapat mengarahkan kita kembali ke diri sendiri dan menemukan sebuah kedamaian.

1. Hadir

Hiduplah untuk saat ini. Masa lalu telah berlalu. Anda tak akan pernah dapat kembali dan mengulang masa-masa itu lagi, pun Anda tak akan dapat menghidupkan kembali apa yang ada di masa lalu. Kehidupan ini adalah apa yang sedang Anda jalani saat ini, tak peduli apapun yang telah terjadi. Itu semua nyata dan sempurna. Jangan menengok ke belakang ataupun terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran kita selalu menciptakan berbagai percakapan yang mengembangkan rasa takut dan membuat kita berusaha menyelamatkan diri. Katakan pada pikiran Anda yang sibuk berbicara itu: 'Terima kasih telah bersedia berbagi' dan yakinkan 'Aku di sini, aku ada untukmu.' Setiap hari, kita semua harus selalu membuat pilihan dan Andalah yang paling tahu bagaimana membuat hari yang Anda jalani jadi indah.

2. Bersatu Dengan Alam
Duduklah di rerumputan atau di bawah sebuah pohon. Rasakan putaran bumi, keagungan angkasa raya, dinginnya udara yang menerpa wajah Anda, atau kehangatan sinar matahari pagi. Tersenyumlah pada langit yang luas, ucapkan salam pada lebah yang beterbangan dan semua binatang yang Anda jumpai. Berjalan-jalanlah di taman atau mendaki perbukitan. Kedekatan dengan alam dapat membawa kesadaran betapa Anda bagian dari jagat raya yang maha luas ini.

3. Berolahrga
Berolahraga secara teratur memberi jeda pada pikiran Anda yang terus berkecamuk, membantu memperlancar peredaran darah, membersihkan racun dari tubuh, dan memberi Anda energi serta banyak keuntungan lain. Pilihlah aktivitas yang memberi Anda kesenangan dan buat perpaduan. Lakukan jalan sehat di satu hari dan latihan Yoga di hari berikutnya. Ikuti latihan erobic dan bertemu banyak orang. Banyak sekali daftar kegiatan yang dapat Anda pilih.

4. Spiritual
Kenali dan sadari Anda adalah pribadi yang penting dan unik. Lakukan meditasi, atau duduk tenang di kesunyian, dan nikmati saat-saat itu. Baca buku-buku keagamaan atau panduan kepribadian yang membawa pesan positif dan membuat Anda merasa kuat. Jangan lupa bersyukur atas kesehatan yang Anda miliki, rumah, orang-orang yang mencintai dan Anda cintai, teman-teman yang mengelilingi Anda, serta kebahagiaan dan kegembiraan yang melingkupi hidup Anda.

5. Memaafkan
Saatnya untuk melepaskan. Maafkan seluruh bagian diri Anda, atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Maafkan diri Anda untuk semua kesalahan yang pernah Anda buat di masa lalu, maafkan ketakutan masa kecil Anda, maafkan emosi dan kemarahan masa remaja Anda, maafkan masa dewasa awal Anda yang tak mau mengambil resiko. Maafkan kesalahan orang tua Anda, saudara kandung, kerabat dan orang-orang di masa lalu. Lepaskan semua uneg-uneg. Memaafkan membawa kedamaian dalam jiwa.

6. Bersenang-Senang
Beri kesempatan pada diri Anda untuk merasa rileks dan memanjakan diri. Baca buku yang menyenangkan. Keluarkan uang sekali-kali untuk membeli hal yang paling Anda inginkan. Lakukan kesenangan hanya untuk diri Anda sendiri.

7. Nutrisi
Dengarkan kebutuhan tubuh Anda. Penuhi kebutuhan tubuh akan makanan bernutrisi. Konsumsi vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Dengan tubuh sehat dan bugar membuat Anda selalu menghargai hidup.

8. Buang Penilaian
Berhentilah menilai dan menyalahkan. Jangan melontarkan kritikan pada orang lain ataupun diri sendiri. Ucapkan kata-kata yang memberi dorongan pada diri dan semua orang yang Anda jumpai. Terima orang lain apa adanya, lengkap dengan segala perbedaan yang mereka miliki.

9. Bantu Orang Lain
Hubungi dan ulurkan tangan pada teman yang membutuhkan. Tawarkan bantuan tanpa syarat pada orang lain. Jadilah pendengar yang baik dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Temukan cara untuk membantu orang lain mengangkat beban hidup dengan mendengarkan keluh kesah mereka.

10. Cinta

Cintai diri Anda dan gunakan kata-kata positif untuk memberi dorongan. Puji orang lain dengan tulus dan buat mereka tersenyum. Bicaralah dengan penuh kasih dan ketulusan dari dasar hati.

Kesepuluh kunci kekuatan yang disebutkan di atas bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan siapapun. Pelankan sejenak laju hidup Anda yang serba cepat, dan luangkan waktu untuk melakukan kesepuluh hal tersebut. Niscaya Anda akan menemukan keindahan hidup serta kelengkapan diri sejati Anda.

Percaya itu Indah

Tidak Ada Pasangan Yang Sempurna

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.

Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.

"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.

"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Sumber: unknown

Pelajaran Pertama

Hari ini gw mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Yakni kita tidak boleh menjadi hamba "cinta"
Kenapa??? Good question friends ;-)
Karena sering kali perasaan yang kita sebut "cinta" itu bukanlah CINTA yang sesungguhnya. Dan terkadang menjadi alasan kuat untuk membuat diri kita menjadi sesat. Diperbudak oleh "cinta" palsu.
Seperti yang baru saja gw alami. Gw jadi korban "cinta" itu. Padahal justru harus menjadi pertanyaan besar...masih pantaskan perasaan itu disebut "cinta" jika akibatnya mengarahkan orang pada perbuatan konyol.
Itu yang terjadi pada gw.
Tak butuh waktu yang lama atau rayuan gombal, gw melakukan perbuatan konyol hanya karena "cinta" itu. Permintaan orang yang gw "cinta"i menjadikan gw bertindak konyol.
Langsung saja gw kerahkan segenap kemampuan untuk menciptakan sebuah blog baru. Template-nya asal comot aja karena sifatnya emergency. Dan rencananya mo gw perbagus ke esokan harinya.
Dan teryata tak butuh waktu yang lama juga, sekitar 15 menit, permintaannya berubah.
MISI DIBATALKAN.... alias nggak jadi.

Kebayang nggak, betapa terkejutnya gw mendapat permintaan itu. Dibilang syok...rasanya berlebihan. Tapi jujur aja gw kaget banget.
Lebih kaget lagi mendapat sebaris penjelasan: "Kamu tidak pernah memberiku kesempatan untuk percaya"
Oh my God...betulkan itu? Tidak pernah.... itulah ditulisnya.

Hum...karena nggak mau berdebat panjang... alasan "cinta" yang rasanya KONYOL itu justru memunculkan EGO gw, yg katanya seh gede. Dan memunculkan KESADARAN bahwa gw diperbudak perasaan itu.
Bodoooh!!!

Langsung aja gw iyain, tidak akan meneruskannya...
(setidaknya kalo gw terusin, itu bukan untuk memenuhi permintaan itu lagi)
Seperti yang gw lakukan sekarang ini...karena gw pengen berekspresi sendiri. Bukan demi perasaan "cinta" yang konyol itu.
So guys and gals...be carefull with your feel. Kuncinya adalah kesadaran...
Sadar bahwa CINTA itu seharusnya murah hati, sabar dan penyayang.
CINTA itu pun lemah lembut dan rela menderita

Pondok Kita Berdua

Posting pertama untuk blog baru :-)
Keinginan untuk memiliki rumah bersama, rasanya masih sulit untuk diwujudkan. Bahkan pondok mungil pun juga masih jauh dari kenyataan. Hanya melalui sarana online inilah, yang sementara menjadi pondok kita bersama.
Tempat untuk sekedar bersantai sambil nyruput teh hangat kegemaran saya, dah kopi panas kegemarannya hehehe...
Kalau aneh dengan pemilihan namanya, Pondokita...ada beberapa alasan.
Yang pertama...tidak dobel K....
Liat aja tulisan Pondokkita...kok rasanya nggak manis..gityu hihihi...
Makanya, supaya tidak terjadi pemborosan huruf...dipilih Pondokita.
Selain itu...alasan kedua....Pondokkita sudah keduluan orang

Ok...posting pertama cukup di sini
Selamat datang di Pondok Kita Berdua