sentimentil banget ne...
Tapi malam ini agak beda. Apa karena dah nambah umur ya, jadi kayak gitu hihihi....Jarum jam menunjukkan pukul 22.55. Sms masuk dengan isi:
Makan nasi goreng plus gingseng dingin. Standar hehe...
Pukul 23.20 Sms selanjutnya berbunyi:
Kok bosan aq kaya gini. beda sama adek. pengen lamaaaa dan panjangggg hehe
Pukul 23.34 Sms selanjutnya berbunyi:
Itulah...aq bosen jg.biasa aq paling demen nongkrong gini..skg gini dah g zaman pula rasanya. emang dah cocok jd bapak ya dek
Hehehehe...SmS-nya bikin aku tersenyum dan memutuskan untuk posting. Memanglah, terkadang bisa sentimentil gitu. Tapi lebih sering bikin sebel dan dongkol.
Dasar si jelek
Kebahagiaan dan Kesedihanku Hari Ini
Sebuah kabar bahagia dan sedih kuterima dalam waktu tak terlalu lama. Pagi hari pukul 05:41 WIB sebuah pesan singkat masuk dari nomor ibu di Jogja. Ia menyampaikan kabar ibunya (Mbah Putri) meninggal dunia pukul 01.00 WIB di rumah Kuncen.
Kuncen itu nama daerah tempat tinggal Mbak Ambar dan Lik Yadi, adik ibu. Di sanalah nenekku menghabiskan sisa umurnya beberapa bulan ini.
Sebelumnya, ibu sering curhat, nanya persetujuanku juga untuk memindahkan Mbah Putri ke rumah kami di Krasak. Aku sih setuju aja, meskipun bingung mau tidur dimana. Secara di rumah kan cuman ada satu tempat tidur dan dipakai bapak sama ibu. Ada banyak kamar di lantai 2, tapi ndak mungkin Mbah Putri di sana. Kasihan harus naik turun.
Namun ternyata, sebelum semua jelas...Mbah Putri duluan tiada.
Haruskah aku bersedih? Yah, aku sedih. Sangat sedih karena tidak bisa menemani ibuku melewati masa ditinggal. Tapi aku pun harus bisa tetap bahagia... Mbah Putri bisa bertemu dengan Mbah Kakung. Mereka semakin dekat dengan Yang Kuasa.
Aku harus tetap bisa bahagia, karena kuyakin kepergiannya adalah yang terbaik untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.
*Aku ingat, kedua orang tuaku pernah diminta Mbah Putri untuk pergi ke Slarong (kampungnya) untuk minta doa dari tetangga di sana. Sempat terlintas, itu sebuah pertanda yang diberikannya. Mbah Putri, semoga berbahagia di alam sana dan diterima disisi-Nya*
Sekitar pukul 08.00 WIB, alarm hapeku berdering. Nadanya beda dengan SMS ato panggilan masuk. Tapi ini dering khusus alarm. Dan kulihat sebuah peringatan ada yang ulang tahun hari ini.
Hwih....Ibal ulang tahun...
Semalam aku berencana mau telpon jam 00.00, tapi ndak jadi karena satu dan lain hal. Huh, sebel mau ngakuin...suasana dingin lagi semalam. Jadi gengsi aku ngucapin slamat. Padahal aku pengen ngucapin.
Biarin deh... ndak mau nyesel...
Wong beneran gengsi kok. Tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam...aku ikut berbahagia atas hari bahagiamu ini. Semoga semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak. Semoga semakin matang dan bisa memandang masa depan dengan lebih cerah.
Selamat Ulang Tahun...
Rasa Deg-deg'an...di hatiku
Pas banget, Ses juga ikutan di dalam ruang ini. Kami berdua asyik dengan laptop masing-masing. Sampai Mega memanggilku untuk masuk ke ruangannya. *Mega ne sekretaris redaksi di kantor*
Deg-deg'an rasanya. Takut ada panggilan tugas ke kota lain dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Seperti yang dialami teman-temannku yang lain. Tapi ternyata, kekhawatiranku pupus ketika Mega menyodorkan kwitansi yang harus kutandatangani.
Dalam kwitansi itu tertulis angka Rp 500 ribu.
Huaaaa....insentif bulan ini keluar. Thx God...dapat juga akhirnya. Lumayan... bisa buat beli modem USB yang selalu kuimpi-impikan. Woloh...pengen USB modem aja ampe mimpi-mimpi segala.
Abisnya seh, buat dapetinnya butuh pengorbanan buanyaaak je...
Pertama..sudah pasti...tabungan jatah pulkam pun jadi kena sunat. Dah hunting..harganya sekitar Rp 800rb. Kedua...korban perasaan bo'
Saya mesti adu argumen ama Si Jelek satu tuh (meskipun kalah terus, dan berakhir di kamar mandi buat cuci muka karena dua mata bocor...alias nangis). Masa pengen punya akses di rumah, pake dikhawatirin buat hal-hal yang nggak bener seh. Emosi tinggkat tinggi kan ...
Dan dianya, cuek aja tuh. Tetep aja itu terus. Sampai terakhir kali bilang...terserah... (apa harus merasa menang yak?!....idicchh...emangnya perang hihihi...)
Karena itulah aku hunting sendiri dan dapat (*mudah-mudahan aja jadi) pesen Sierra 881U. Harganya Rp 750 rb plus ongkos kirim. Fiuuuhh...pas banget insentif turun hari ini. Dah ada Rp 500 rb. Jadinya pengeluaran bisa ditekan dah. Makasih Tuhan, atas rejeki hari ini.
(bukan) Kisah Sedih
Kabar lainnya adalah...Korlip kasih surat perintah untuk DLK (dinas luar kota) ke Jakarta. Mak'deg juga rasanya. Waduw...ada apa ne di Jakarta. Katanya berangkat tanggal 22 Juli ini. Hua...bentar lagi je. Aku pun langsung SmS dan 'lapor'
*Pasti bete` tuh yang dapat SmSku (wekekekekekeke...)
Tapi akhirnya Mb'Nurul datang buat klarifikasi. Jebul'nya...DLK'nya cuman sehari hihihi....dapat Hotel Meridian (untung bukan di JW Marriot). Aku cuman dikasih tugas untuk meliput acara Riau Expo di Jakarta doank.
Ramalan Nama (2)

Keras kepala tapi sangat loyal (setia), sering mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi
Partner yang baik dalam hal bisnis
Menganggap hidup ini serius sehingga membutuhkan hiburan dan petualangan
Perlu menghadiri pertemuan sosial, organisasi, klub
Mengasyikan bagi partner yang cocok
Setia dalam bercinta, sentimentil, perkawinannya langgeng
ini gw lagi iseng nyobain ramalan berdasarkan nama. Mau coba? tulis deh nama kalian, ntar gw tanyain ke bola ramalam gw hihihihi...
kagak dink...gw nggak pake bola tapi pake bentuk kotak..alias program ramalan di laptop gw...
Happy Ending
Jujur aja, pada awalnya aku dan temen sekamarku ini ndak percaya dengan acara ini. Ndak tau masuk kategori reality show atau nggak. Ada dua host yakni Dian Nitami dan Helmi Yahya.
Masihkah Kau Mencintaiku biasanya menampilkan pasangan suami istri yang sedang menghadapi dilema kehidupan.
Dan semalam, acara itu menampilkan pasutri dengan tema "Istri Sibuk, Suami Selingkuh"
Dari judulnya aja...lagi-lagi bikin geli. Terkesan sebuah alasan untuk membenarkan perselingkuhan sang suami karena ditinggal istrinya bekerja. Si istri bekerja di bidang Event Organizer (EO).
Awalnya sang suami membantah sampai akhirnya ditampilkan rekaman video kencan sang suami dengan wanita lain.Dan setelah terbongkar semua, sang suami pun tak bisa berkutik. Sampai- sampai ayahnya (si suami) meninggalkan studio karena marah dengan tingkah anaknya.
Si suami pun minta maaf, sampai nangis-nangis. Tapi oleh sang istri...tidak diterima.
Alot...panjang...
Si istri terlalu sakit dan memutuskan untuk tidak mempertahankan pernikahan mereka.
Sang suami pun "merendahkan diri" meminta sang istri untuk mempertahankan pernikahan dan mengatakan masih mencintai istrinya. Si istri tetap bersikeras dengan pendiriannya.
Sampai akhirnya ... anak mereka yang sudah remaja (15 tahun) didatangkan ke studio.
Tangis haru menyelimuti studio. Sampai-sampai audiens yang datang pun ikut menangis.
Tapi akhirnya...uluran cinta kembali dari sang suami, disambut kembali oleh sang istri. Meskipun uluran balasan dari sang istri adalah uluran yang bersyarat.
Happy ending....
Kisah itu...entah settingan tim kreatif atau reality show sebenarnya...tak ingin aku alami. Jangan pernah kualami. Meskipun sadar bahwa biduk rumah tangga tak akan selalu berlayar di samudera yang tenang.
Semoga...tak pernah seperti itu
.jpg)